Beban Perasaan Tidak Mampu

Ulangan 1:19-36

Karena kita manusia, kita semua mengalami perasaan tidak mampu dari waktu ke waktu. Padahal masalah sesungguhnya yang kita hadapi bukanlah apakah kita cukup mampu untuk menangani suatu tugas, tetapi bagaimana kita menyikapi tantangan semacam itu.

Bangsa Israel merasa tidak mampu ketika mereka berdiri di pinggir Tanah Perjanjian. Kekuatan dan banyaknya tentara musuh sangat kontras dengan kelemahan dan ketidakmampuan mereka, dan mereka tidak memercayai janji Tuhan. Jadi mereka menolak untuk menakhlukkan negeri itu dan akibatnya mereka harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Betapa tragisnya tidak dapat melihat negeri yang akan Tuhan berikan pada mereka.

Seperti bangsa Israel, kita menjadi takut dan mengira akan gagal. Ketika suatu rintangan berkembang di pikiran kita, kita melarikan diri dari tantangan ini dan mencari aman. Namun, menghindar dari tugas yang diberikan Tuhan akan membuat kita bukannya selamat tetapi terbelenggu. Sebaliknya, iman akan membawa kita ke jalan yang sudah Tuhan rancangkan untuk kita.

Ketika Tuhan memanggil Anda untuk suatu tugas yang melampaui kemampuan Anda, bersandarlah pada yang Anda ketahui tentang Dia dan janji-janji-Nya. Anda akan mendapati bahwa Tuhan Anda yang setia selalu memberi Anda kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang Dia mau Anda selesaikan.

Supported by

Supported by

SENTUHAN HATI & SABDA ROC

Share RENUNGAN INI :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Mau baca Renungan Harian?

LEBIH MUDAH DIBACA SETIAP HARI DI APLIKASI JESUS IN PHONE
jesus in phone
TEMUKAN DI MENU MORE - RENUNGAN HARIAN PADA JESUS IN PHONE
GBI rayon 9 depok

© 2021 Brands & contents are the property of GBI Rayon 9 Depok.