Lukas 12:16-21

Perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang kaya yang bodoh adalah sebuah pelajaran tentang prioritas yang salah.Orang percaya masa kini dapat belajar dari tiga kesalahan yang dilakukan orang itu: memikirkan dirinya sendiri,bukan orang lain;memikirkan tubuhnya,bukan rohnya;dan memikirkan kehidupan saat ini saja, dan bukan kehidupan yang akan datang.

Ada hal yang merugikan sebagai akibat prioritas yang salah. Orang bodoh ini meninggal tanpa punya kesempatan untuk menikmati hartanya.Yang lebih buruk,ia mati dengan jiwa yang “bangkrut.”

Melayani Tuhan dan kerajaan-Nya adalah kunci dalam menetapkan tujuan yang benar.Ketika orang percaya menjadikan pelayanan bagi Tuhan sebagai prioritas utama,mereka akan memakai lensa kebenaran untuk mengatur prioritas-prioritas mereka.Pertanyaan yang harus diajukan bukanlah “Apa yang akan kulakukan?” tetapi “Tuhan,apa yang Engkau mau aku lakukan?” Jawabannya – yang harus digumuli dalam doa dan dievaluasi secara alkitabiah ini – menunjukkan hal-hal yang harus kita utamakan agar dapat menggenapi tujuan-tujuan Allah dalam hidup kita.

Hidup bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja pada manusia.Di mana dan bagaimana keadaan kita saat ini sebagian besar ditentukan oleh cara kita memprioritaskan perhatian pada bulan-bulan dan tahun-tahun sebelumnya.Ini berarti kita dapat memberi dampak positif pada masa depan kita dengan mengatur prioritas-prioritas kita berdasarkan panduan alkitabiah.Kemudian,tidak seperti orang bodoh dalam perumpamaan Tuhan Yesus,kita akan belajar tentang nilai kekal dari memperhatikan orang lain sehingga jiwa kita sendiri mendapat perhatian.Lebih dari itu,kita akan “mengumpulkan harta di sorga; di mana ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Matius 6:20).

Bacaan Alkitab Setahun:Keluaran 4-6