2 Korintus 1:12
Hati nurani memantau setiap pikiran dan tindakan untuk mengetahui apakah pikiran atau tindakan itu selaras dengan prinsip-prinsip yang dipegang seseorang. Kita perlu memelihara dengan baik sistem pemantauan diri kita ini agar peringatannya dapat dipercaya. Dan agar tanda bahaya moral kita berbunyi pada saat yang tepat dan dengan alasan yang tepat, kita harus:
Menerima Alkitab sebagai standar perilaku kita. 2 Timotius 3:16 berkata, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.” Jika kita memilih menganut nilai-nilai budaya kita, yang seringkali bertentangan dengan nilai-nilai Tuhan, hati nurani kita bisa menjadi tak dapat dipercaya. Padahal kita memerlukan radar untuk membuat kita waspada terhadap kemungkinan melantur.
Menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Tuhan. Roma 12:2 menasihati kita untuk memperbarui pikiran. Kita harus dan terus berusaha menolak yang diterima dunia yang tak percaya ini sebagai hal yang benar dan tepat.
Menerapkan Firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kebiasaan-kebiasaan kita mencerminkan nilai-nilai ilahi, hati nurani kita akan makin peka terhadap yang benar dan salah.
Selain itu, kita perlu sekali bersandar pada pimpinan Roh Kudus. Hati nurani sendiri pada dasarnya sudah bermanfaat, tetapi ia akan menjadi lebih dapat diandalkan lagi ketika dibarengi dengan pimpinan Roh Kudus (Yohanes 16:13).
Alkitab mengajar kita untuk hidup dengan memperhatikan jalan pikiran, perbuatan dan perasaan-perasaan kita. Jika kita mengisi pikiran kita dengan nilai-nilai dan hikmat Tuhan, hati nurani kita menjadi makin dapat dipercaya karena didasarkan pada hal yang penting bagi Bapa surgawi.