1 Petrus 4:12-19

Suatu ketika, Anda mungkin pernah ditanya, mengapa Allah yang pengasih mengizinkan penderitaan di dunia ini. Meskipun Dia dapat menghentikannya, Dia seringkali tidak melakukannya. Dan meski kita dapat mengakui melihat Dia bekerja dalam situasi sulit tertentu, pada saat lain tampaknya tidak terjadi apa-apa meskipun kita sudah banyak berdoa.

Kita hidup di dunia yang berdosa, sehingga kemungkinan untuk menderita sangat besar. Kadang kita menderita karena kejahatan orang lain. Kadang penyebabnya adalah kelemahan kita sendiri, atau disiplin Allah dalam hidup kita. Penyebab lainnya bisa jadi karena penganiayaan atau sebagai akibat mengabaikan prinsip-prinsip yang baik. Tetapi apa pun penyebab kesengsaraan kita, kita boleh yakin bahwa jika Allah mengizinkan, Dia pasti punya tujuan. Dia mungkin ingin….

Menarik perhatian kita. Pemazmur sadar bahwa penderitaan membawanya kembali pada kehendak Allah (Mazmur 119:67, 71). Pada saat menderita, kita seringkali berbalik kepada Allah untuk meminta tolong.

Membangun kebenaran dalam diri kita sendiri. Allah mau kita menjadi dewasa, karena itu Dia akan menyingkapkan aspek-aspek hidup kita yang perlu dibereskan.

Memangkas kita. Yohanes 15:1-2 memberi gambaran yang bagus sekali tentang cara Allah menyingkirkan sikap-sikap dan tindakan-tindakan yang tidak baik atau tidak menghasilkan buah.
Mengajar kita untuk taat. Yesus, yang selalu melakukan kehendak Bapa, adalah teladan yang sempurna untuk kita (Yohanes 4:34; Ibrani 5:7-9). Ketika kita makin serupa dengan Dia, kita akan belajar makin taat kepada Allah (Roma 8:29).

Selama dua hari ke depan, kita akan melihat alasan-alasan lainnya mengapa Allah mengizinkan saat-saat menyakitkan dalam hidup kita. Sebelum itu, mintalah Allah menunjukkan pada Anda bagaimana Dia bisa memakai penderitaan untuk mendatangkan kebaikan bagi And