Roma 11:33-36
Karena pikiran-pikiran Tuhan jauh lebih tinggi dari pikiran-pikiran kita, kita tidak selalu dapat melihat kebaikan-Nya dalam situasi-situasi yang menyakitkan. Kita bertanya, Jika Tuhan itu baik, mengapa hal-hal buruk terjadi pada kita? Atau, Mengapa harus ada neraka? Kita lupa bahwa perspektif-Nya lebih tinggi dari perspektif kita (Ayub 42:1-5). Lalu kita menuduh-Nya tidak adil, meminta-Nya menuruti aturan kita, dan tidak mengindahkan kebaikan-Nya.
Penderitaan dan kesusahan dimulai ketika Adam dan Hawa meragukan kebaikan Tuhan. Ular itu telah meyakinkan mereka bahwa Tuhan sedang berusaha mengelabuhi pengetahuan mereka. Seberapa sering kita memiliki perasaan pahit yang sama? Padahal, di balik setiap larangan, nasihat atau perintah Tuhan ada kebaikan-Nya. Dia ingin melindungi kita dari akibat-akibat dosa yang menyengsarakan.
Tuhan menciptakan kita dengan kehendak bebas agar kita dapat memilih untuk mengasihi Dia—dan itu berarti kehendak-Nya yang permisif juga bisa menyebabkan terjadinya hal-hal buruk. Akibat-akibat dosa memang menyakitkan, tetapi hal ini tidak mengurangi kebaikan Tuhan: Bagi orang yang mengasihi Dia, Dia dapat mendatangkan kebaikan dari situasi-situasi terburuk (Roma 8:28).
Jika Anda tidak dapat melihat tangan Tuhan atau mengenali pekerjaan-nya di dalam situasi sulit, ingatlah bahwa Dia peduli pada Anda, dan Dia baik. Meskipun kita tidak mengerti jalan-Nya, kita dapat memercayainya.