Amsal 2:1-15

Tidak ada yang mau menjadi orang bodoh di mata Tuhan,tetapi jika kita mengabaikan perkataan-Nya dan hidup sesuka kita sendiri,kita sedang berperan menjadi orang bodoh.Bersandar pada diri sendiri tidak pernah membuat kita bijak.Meskipun kepandaian,pendidikan,dan berbagai kemampuan kita bisa bermanfaat dalam hal tertentu,tetapi semua ini tidak bisa menggantikan hikmat ilahi.Jika kita merindukan hikmat Allah,kita harus mengikuti perintah-perintah-Nya.

Meminta hikmat.Kita harus meminta hikmat dan pengertian (Amsal 2:3).Allah memberikan pengertian rohani kepada orang yang memintanya,tetapi ini berarti kita harus bersedia menanti jawaban-Nya.Pada saat dibutuhkan,kita mungkin menginginkan hikmat itu segera,tetapi bertumbuh dalam hikmat bukanlah suatu proses yang cepat.

Mencarinya.Hikmat itu bagaikan harta terpendam.Jika kita benar-benar ingin memperolehnya,kita akan sungguh-sungguh menggalinya dalam Firman Allah,karena Dialah sumber pengetahuan dan pengertian (Amsal 2:4-6).Ketika kita mencurahkan perhatian untuk belajar mengenal Allah,kita akan mengerti apa yang Dia sukai dan yang Dia benci.

Mentaati Allah.Dia menyimpan hikmat bagi orang jujur (Amsal 2:7).Jika kita mengetahui prinsip-prinsip Alkitab tetapi tidak melakukannya,kita tidak akan bertumbuh dalam hikmat.Tetapi jika kita rajin mentaati Firman Allah,hikmat akan masuk ke hati kita,menjaga jalan-jalan kita dan melindungi kita dari kejahatan dan penipuan.

Kita semua berkata menginginkan hikmat,tetapi apakah kita bersedia melakukan yang diperlukan untuk memperolehnya? Kita harus secara intensional mengisi diri dengan Firman Allah,atau,urusan-urusan dunia ini dan mengejar kesuksesan akan mengalihkan kita.Untuk memperoleh hikmat,diperlukan komitmen,waktu, ketekunan dan pencarian yang sungguh-sungguh,tetapi semua usaha dan pengorbanan itu tidak akan sia-sia.

Bacaan Alkitab Setahun:Yesaya 1-3