Penghakiman dan Kasih Allah

Telah tiba saatnya penghakiman dimulai dari rumah Allah …. (1 Petrus 4:17) Pelayan Kristen sekali-kali tidak boleh lupa bahwa keselamatan itu gagasan Allah, bukan gagasan manusia. Karena itu, keselamatan mempunyai kedalaman yang tidak terselami. Keselamatan adalah gagasan besar Allah, bukan suatu pengalaman. Pengalaman hanyalah pintu melalui mana keselamatan masuk ke tingkat kesadaran hidup kita, sehingga […]

Doa Syafaat bagi Orang Lain

kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, oleh darah Yesus. (Ibrani 10:19) Waspadalah terhadap pemikiran bahwa doa syafaat berarti membawa simpati dan kepedulian pribadi kita ke dalam hadirat Allah, dan kemudian menuntut Dia agar melakukan seperti apa yang kita minta. Kita diperkenan mendekati Allah bergantung sepenuhnya pada pengorbanan Tuhan sebagai pengganti […]

Doa Syafaat yang Hidup

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan … dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang …. (Efesus 6:18) Pada saat kita terus dalam doa syafaat kita untuk orang lain, kita mungkin menemukan bahwa ketaatan kita kepada Allah dalam berdoa syafaat akan merugikan mereka untuk siapa kita berdoa – suatu hal yang tidak kita sadari […]

Kesabaran Menantikan Visi dari Tuhan

… apabila (penglihatan itu) berlambat-lambat, nantikanlah …. (Habakuk 2:3) Kesabaran tidak sama dengan acuh tak acuh (indifference); kesabaran di sini mengandung arti tentang seseorang yang sangat kuat dan mampu menahan semua serangan. Memiliki visi Allah adalah sumber kesabaran karena memberikan kita inspirasi Allah yang benar dan tepat. Musa bertahan, bukan karena kesetiaan kepada prinsip-prinsip tentang […]

Iman, Bukan Emosi

sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat. (2 Korintus 5:7) Ada saat-saat kita sangat menyadari perhatian Allah bagi kita. Namun kemudian, ketika Allah mulai menggunakan kita dalam pekerjaan-Nya, kita mulai kehilangan sukacita, dan bicara hanya tentang cobaan dan kesulitan. Dan, semuanya itu dibiarkan Allah terjadi karena Ia sedang mencoba membuat kita […]

Kasih yang Spontan

Kasih itu sabar; kasih itu baik hati. (1 Korintus 13:4) Kasih itu tidak direncana-rencanakan. Tidak diatur-atur. Kasih bersifat spontan. Timbul dalam cara-cara yang luar biasa. Tidak ada suatu penjabaran yang rinci dalam uraian Paulus tentang kasih (dalam 1 Korintus 13). Kita tidak dapat mengatur sebelumnya pikiran dan tindakan kita dengan berkata, “Sekarang aku takkan pernah […]

Keadaan yang Belum Nyata yang Mulia

… belum nyata apa keadaan kita kelak. (1 Yohanes 3:2) Kecenderungan lahiriah kita adalah untuk selalu cermat – mencoba membuat prakiraan apa yang terjadi ke depan ini, karena kita cenderung beranggapan bahwa sesuatu yang belum pasti, belum nyata, adalah hal yang buruk. Kita berpendapat bahwa kita harus mencapai suatu sasaran yang sudah harus diantisipasi sebelumnya. […]

Apa yang Akan Anda Peroleh

tetapi kepadamu akan Kuberikan nyawamu sebagai jarahan di segala tempat ke mana engkau pergi. (Yeremia 45:5) Inilah rahasia yang teguh dan tak tergoyahkan dari Tuhan untuk mereka yang memercayakan diri kepada-Nya — “Kepadamu akan Kuberikan nyawamu…”. Apakah lagi yang dibutuhkan seseorang selain nyawanya, hidupnya? Itu hal yang penting. “… nyawamu..” berarti bahwa ke mana pun […]

Apakah yang Anda Inginkan?

Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? (Yeremia 45:5) Apakah Anda berusaha mencari hal-hal yang besar bagi diri Anda sendiri, atau bukannya berusaha menjadi seorang yang besar? Allah menginginkan Anda semakin akrab dengan Dia ketimbang hanya menerima karunia-karunia-Nya — Dia ingin Anda sungguh mengenal diri-Nya. Beberapa hal-hal besar mungkin kita inginkan, namun itu kurang […]

Pendakian Penting dan Utama

Ambillah anakmu … persembahkanlah dia … sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu. (Kejadian 22:2) Karakter atau sifat seseorang menentukan cara dia menafsirkan kehendak Allah (lihat Mazmur 18:26-27). Abraham menafsirkan perintah Allah dalam arti bahwa dia harus membunuh putranya, dan dia hanya dapat melepas kepercayaan tradisional ini melalui sakitnya suatu ujian […]