Kisah Para Rasul 10:42-43
Ketika kita tinggal di bumi, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita. Namun, ketika hidup kita di dunia ini berakhir, dan khususnya pada akhir zaman, Dia akan berperan sebagai Hakim dan bersiap-siap untuk mengganjar orang-orang percaya atas hal-hal baik yang sudah mereka lakukan dalam nama-Nya.
Saya kira ada kesalah pahaman yang meluas jika kita menganggap yang akan menjadi Hakim adalah Bapa Yahweh. Yohanes 5:22 berkata,”Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.” Yesus sudah diberi hak untuk menghakimi setiap pikiran dan tindakan kita.
Kristus adalah Hakim yang adil. Dia tidak dipengaruhi oleh pikiran atau perkataan orang; melainkan, Dia menentukan apa yang baik dan benar berdasarkan standar-Nya yang adil dan terhormat, yang Dia berikan pada kita dalam Firman-Nya. Kita akan dilucuti dari hal-hal yang tidak bernilai—tindakan dan perkataan yang kita gunakan untuk ambisi yang mementingkan diri sendiri dan kecongkakan yang sia-sia. Yang akan tinggal tetap hanyalah hal-hal bermanfaat yang kita pikirkan, katakan dan lakukan untuk memuliakan Tuhan. Ada hal-hal berharga dalam hidup kita yang akan mendatangkan upah/ganjaran bagi kita.
Pemberian upah atau ganjaran adalah tujuan keseluruhan dari menempatkan orang percaya di kursi pengadilan Yesus Kristus. Rasa bersalah dan malu atas dosa dan motivasi yang keliru di masa lalu tidak akan ada lagi (Roma 8:1). Juru Selamat kita yang pengasih ingin sekali menunjukkan pada kita harta kekayaan surgawi kita.
Kristus akan menyingkapkan diri Anda yang sesungguhnya pada saat penghakiman dengan menanggalkan hal-hal tak berguna yang sudah Anda lakukan. Yang tinggal tetap adalah seorang yang sudah berusaha menyenangkan Tuhan. Mari kita bertekad untuk menjadi gambaran tentang Juru Selamat kita yang luar biasa.