Mazmur 25:4-15
Saat menghadapi masalah, kita sering berusaha mencari solusi sendiri. Jika kita dapat menambal, menempel, atau merekatkan, kita akan mencoba melakukannya. Pada saat lain, kita mungkin mencari nasihat seseorang meskipun sebenarnya kita sedang mencari simpati dan dukungan untuk membuat diri kita merasa lebih baik. Yang perlu dilakukan pada masa sukar sebenarnya adalah berseru meminta pertolongan kepada Tuhan.
Namun hikmat itu paling baik didapatkan pada masa damai, sebelum kita mengalami krisis. Kita harus memiliki kebiasaan mencari Tuhan, menyediakan waktu membaca Firman-Nya dan mengenali yang menjadi kerinduan-kerinduan-Nya. Ketika hati dan pikiran kita tertuju pada-Nya, kasih kita meningkat dan nilai-nilai kita mulai selaras dengan nilai-nilai-Nya. Orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan menemukan sukacita dan kepuasan di hadirat-Nya dan berkomunikasi dengan Dia sepanjang hari. Doa menjadi respons yang lazim dan alami, bagaimanapun situasinya.
Lalu, setiap kali kita menghadapi masalah, pikiran kita pertama-tama adalah datang kepada Bapa surgawi. Naluri seperti itu menunjukkan relasi dan kebergantungan kita pada Tuhan; menunjukkan bahwa kita percaya Tuhan adalah Bapa pengasih yang berjanji memelihara, melindungi, memimpin dan mengasihi kita.
Bagaimana jika Anda sedang menghadapi masalah namun tidak mencari Dia secara konsisten? Mulailah dengan mengakui hal ini kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa masalah seringkali menjadi sarana yang dipakai Tuhan untuk menarik kita kembali kepada-Nya, tetapi sekadar ingin terlepas dari masalah tidak boleh menjadi motivasi kita dalam mengasihi Dia. Bersyukurlah karena Dia mendapatkan perhatian Anda, mintalah agar Dia menolong Anda mencari-Nya dengan segenap hati, dan percayakanlah situasi sulit Anda kepada satu-satunya tempat perlindungan yang benar.