Matius 8:23-26

Kita semua tahu bahwa perjalanan hidup orang Kristen dimulai dengan percaya pada Yesus untuk keselamatan jiwa kita. Tetapi percaya bukanlah tindakan satu kali saja, iman adalah perjalanan seumur hidup. Dan Ibrani 11:6 menunjukkan pada kita mengapa perjalanan ini sangat penting: “Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Tuhan. Sebab barangsiapa berpaling kepada Tuhan, ia harus percaya bahwa Tuhan ada, dan bahwa Tuhan memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Iman orang percaya-baru belum dewasa dan seringkali mudah goyah karena belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang Bapa surgawi. Sehingga, ketika persoalan datang, kecenderungannya adalah melihat pada masalah daripada Tuhan. Namun semakin kita menyediakan banyak waktu untuk mempelajari firman-Nya dan bertumbuh dalam pengenalan akan Dia, keyakinan kita pada Tuhan semakin meningkat. Semakin kita mengerti apa yang berkenan pada-Nya, semakin bijak doa-doa kita.

Cara lain agar iman menjadi dewasa adalah melalui masalah. Dalam ayat bacaan hari ini, murid-murid Yesus menjadi takut ketika menghadapi badai dan berseru pada-Nya minta tolong. Kita dapat mengaitkan diri kita dengan skenario ini – pada suatu ketika, kita semua bisa mendapati diri kita berada dalam situasi mengerikan tanpa celah untuk meloloskan diri. Dan perkataan Yesus kepada para murid bisa ditujukan pada kita juga: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” (Matius 8:26).

Kita semua ingin hidup tanpa masalah, tetapi hal itu tidak mungkin. Aspek positifnya adalah masalah dapat memperkuat iman kita kepada Tuhan. Membaca firman-Nya tentang kesetiaan Tuhan itu baik, tetapi kita juga perlu mengalami sendiri kesetiaan Tuhan itu dalam hidup kita pribadi. Setiap kali kita dapat memercayai Tuhan saat menghadapi masalah, kita tahu bahwa iman kita sungguh sejati.