Yesaya 41:9-11
Kesepian adalah perasaan menyakitkan yang ditakuti banyak orang. Paulus tahu bagaimana rasanya hal itu, sehingga kehidupan dan surat-suratnya dapat memberi kita kekuatan ketika kita merasa kesepian. Kemarin kita sudah melihat bagaimana rasul itu diteguhkan dengan penyertaan Kristus. Sekarang mari kita perhatikan apa yang membuatnya memiliki keteguhan hati.
Pertama, Paulus mengalami kekuatan Tuhan. Seringkali, Tuhan membiarkan kita sampai pada batas akhir kekuatan kita agar dapat melihat tangan-Nya dengan jelas. Jika tidak, kita akan menganggap keberhasilan itu sebagai usaha kita sendiri. Sebagai contoh, rasul Paulus menghadapi kemungkinan dihukum mati di pengadilan, dan itu pasti menggodanya untuk melepaskan kebenaran agar dapat menyelamatkan nyawanya sendiri. Tetapi Tuhan memampukannya untuk sekali lagi terang-terangan mengabarkan Injil Yesus Kristus—tanpa rasa takut, tetapi dengan berani dan efektif.
Kedua, Paulus tahu ia sedang menggenapi kehendak Tuhan. Meskipun situasinya mengerikan, ia menemukan kepuasan, semangat dan sukacita karena ia taat pada Tuhan. Realitas orang percaya lebih besar dari apa yang terlihat di depan mata.
Ingatlah, sekalipun dalam situasi menyakitkan, tiga kebenaran ini pasti dapat dipercaya: Yesus menyertai kita; Dia menguatkan kita dalam tugas apa pun yang Bapa mau kita lakukan; dan sampai tarikan napas terakhir kita, Dia akan memampukan kita menggenapi rencana Tuhan. Biarlah kita selalu dihibur dan dikuatkan oleh janji-janji Tuhan yang hidup ini.