Mazmur 57:1-4

Ketika Anda menghadapi krisis, apa benteng pertahanan pertama Anda? Respons yang alami adalah berusaha mengatasi masalah sendiri. Tetapi Allah memberi kita cara yang berbeda dalam menangani kesulitan.

Daud tidak asing dengan tekanan atau munculnya kejahatan yang tiba-tiba. Ketika menulis Mazmur 57, ia sedang menghadapi banyak kesulitan – di antaranya dikejar-kejar oleh raja Saul yang ingin membunuhnya (1 Samuel 24:1-22). Respons gembala itu adalah berseru kepada Tuhan dan mencari perlindungan di dalam Dia sampai bahaya itu berlalu.

Mari kita belajar dari teladan Daud dengan menelaah kata-katanya. Bacaan hari ini memiliki banyak pelajaran tentang Dia yang menjadi tempat pelarian Daud.

Pertama, Daud menyebut Allah sebagai El Elyon, atau Allah yang Mahatinggi. Dengan segala kuasa dan hikmat-Nya, Dialah satu-satunya yang dapat menolong kita dalam kesusahan kita.

Kedua, Allah disebut sebagai tempat perlindungan. Jika Dia adalah tempat berlindung bagi jiwa kita, maka kita tak perlu takut. Dia melindungi kita di bawah naungan sayap-Nya ketika krisis melanda dan membuat kita merasa tak berdaya.

Ketiga, mazmur ini mengungkapkan kepercayaan penuh bahwa Yang Maha Kuasa mampu dan mau melakukan segala yang diperlukan untuk menggenapi tujuan-Nya. Dia akan melakukan apa saja yang diperlukan untuk kebaikan kita, menangani orang-orang yang melawan kita, dan mengelilingi kita dengan kasih dan kebenaran-Nya.

Selama tinggal di bumi ini, Yesus menunjukkan belas kasihan yang besar dalam hidup dan pelayanan-Nya. Karena itu, kita dapat datang kepada-Nya ketika perasaan bergejolak. Jika hati Anda susah, berserulah kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa Anda datang ke hadirat Dia, Sang Pelindung perkasa, yang mampu dan mau melakukan segala yang Anda perlukan.