Mazmur 107:23-32

Semua orang mengalami badai kehidupan – peristiwa-peristiwa yang menimbulkan kesakitan, penderitaan atau kehilangan. Pada saat-saat yang bergejolak itu seringkali muncul pertanyaan-pertanyaan seperti: Di mana Tuhan? Mengapa hal ini terjadi? Apakah ini akibat sesuatu yang kulakukan? Apakah Tuhan yang menyebabkan, dan jika ya, mengapa? Ketika kita mendapati diri kita dalam keadaan kacau, tempat teraman untuk mencari jawaban adalah firman Tuhan.

Badai kehidupan nyata yang dijelaskan dalam bacaan hari ini memberikan pemahaman tentang peran Tuhan dalam berbagai pergolakan yang kita hadapi. Menurut Mazmur 107:25, Tuhan bertanggung jawab atas badai ini, karena Dialah yang menimbulkan angin badai dan meninggikan gelombang yang menakutkan para pelaut.

Adakalanya Tuhan menginterupsi hidup kita dengan membuat kekacauan agar kita melakukan yang dilakukan para pelaut —dalam ketakutan dan keputusasaan mereka, mereka berseru memohon pertolongan Tuhan. Tuhan kemudian melepaskan mereka dari kesusahan dengan menenangkan badai dan memimpin mereka ke tempat yang aman. Sebagai responsnya, mereka bersyukur atas kemurahan dan kelepasan Tuhan yang ajaib dan memuji-muji Dia di hadapan orang lain.

Tidak ada yang lebih melegakan dari perasaan telah melewati badai. Namun jangan lupa untuk merespons seperti para pelaut yang mengucap syukur itu.