1 Korintus 2:1-16
Alkitab dengan jelas memerintahkan orang percaya untuk memberitakan Injil kepada semua orang. Namun, meskipun kita pasti ingin orang-orang lain mengenal Yesus, banyak dari kita menjadi kelu saat berpikir untuk terlibat dalam percakapan rohani. Jika hal ini menggambarkan Anda, jangan berkecil hati – Anda tidak sendiri.
Beberapa juru bicara Tuhan juga merasa takut ketika berpikir harus berbicara tentang Tuhan kepada orang lain. Musa minta dibebaskan dari tugasnya untuk berbicara dan berkata pada Tuhan, “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak” (Keluaran 4:10). Dan berabad-abad kemudian, Yeremia bereaksi terhadap tugas yang sama dengan berkata, “Ah, Tuhan… Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda” (Yeremia 1:6).
Lalu di Perjanjian Baru, Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus berkata bahwa ia telah datang “dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar” saat mengabarkan Injil kepada mereka (1 Korintus 2:3). Tetapi rasul itu tidak berat lidah, ia tahu betul bagaimana meyakinkan orang dengan logika. Ia hanya takut ia menggunakan argumen-argumen manusia, meski tujuannya adalah berbicara “bukan dengan perkataan yang diajarkan oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh” (1 Korintus 2:13).
Banyak orang percaya memiliki ketakutan tentang mengabarkan Injil, tetapi Yesus memanggil kita untuk “pergi ke seluruh dunia dan beritakan Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15). Karena itu, bersandarlah pada Roh Kudus yang memberi kita pikiran Kristus. Maka, apa pun halangannya, Anda akan dapat memberitakan tentang kasih Juru Selamat.