Janji Penyembuhan-Nya
Untuk mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari perenungan ini, sediakanlah waktu untuk membaca ayat-ayat Alkitab yang dicantumkan.
Setelah menyelesaikan khotbah-Nya yang terkenal itu(baca Matius 5-7), Yesus turun dari bukit, dan seorang yang sakit kusta datang mendekati-Nya minta ditahirkan (Matius 8:1-3). Menurut peraturan yang berlaku saat itu (lihat Imamat 13), menyentuh orang kusta berarti akan tercemar —menjadi najis—yang memerlukan ritual penyucian untuk mendapatkan kembali tempatnya di tengah masyarakat Yahudi.
Tampaknya kontak fisik bahkan tidak diperlukan, seperti yang kita baca di beberapa ayat kemudian ketika Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira hanya dengan perkataan-Nya (Matius 8:5-13). Namun Yesus memilih untuk menyentuh orang kusta itu – bukan hanya untuk menyembuhkannya tetapi juga untuk membuatnya tahir.
Pikirkanlah ini: Meskipun kita mungkin tidak menderita penyakit orang itu, setiap kita datang pada Tuhan seperti orang kusta, dengan penyakit hati yang perlu dipulihkan. Alangkah sukacitanya mengetahui bahwa kehadiran-Nya – sentuhan-Nya – menyucikan, memulihkan dan membebaskan kita.
Mari kita renungkan:
Orang kusta itu bersujud di hadapan Tuhan dan berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Matius 8:2). Apa artinya ditahirkan (atau ditebus) oleh Yesus?
Bayangkan Yesus mengulurkan tangan-Nya pada Anda seperti yang Dia lakukan di Matius 8:3. Apakah mudah bagi Anda untuk menyentuh dan menerima tawaran pemulihan-Nya?