1 Korintus 9
Hak-hak kita termasuk di antara hal-hal yang paling sulit kita lepaskan, dan hal ini disebabkan karena melepaskan hak itu seringkali terasa tidak adil. Bagaimanapun, hak-hak kita pada dasarnya adalah suatu klaim bahwa kita secara moral atau hukum berhak memiliki sesuatu atau bertindak dengan cara tertentu. Namun, agar dapat melayani Kristus dengan lebih efektif, rasul Paulus memilih untuk tidak mempertahankan hak-haknya atau keistimewaan tertentu.
Kemerdekaan ilahi mengandung tanggung jawab dan karena itu tidak boleh menjadi sarana yang mementingkan diri untuk membuat orang lain memperlakukan kita sesuai keinginan kita. Seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 2:16, kemerdekaan kita bukan untuk menyelubungi kejahatan, tetapi kita harus “memakainya sebagai hamba Tuhan.” Yesus memerdekakan kita dari kuasa dosa supaya kita dapat menaati Tuhan, dan bagian dari ketaatan itu adalah melayani satu sama lain dengan tidak mementingkan diri sendiri. Tuhan juga ingin pengikut-Nya mengabarkan Kabar Baik tentang keselamatan dan pengampunan dosa melalui percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Jika kita percaya Tuhan memerdekakan kita hanya untuk diri kita sendiri, kita sudah salah menangkap maksudnya dan menyalahgunakan kemerdekaan kita. Paulus mengumpamakan kehidupan Kristen itu seperti suatu pertandingan dalam Olimpiade. Di dalam sistem dunia, seseorang menang dengan menuntut hak-haknya. Tetapi dalam pertandingan Tuhan, kita menjadi pemenang ketika kita mendisiplin diri untuk menaati Tuhan dan memenuhi tujuan-Nya.