Efesus 1:3-12
Tidak ada yang lebih merendahkan hati kita dari keselamatan. Kita mungkin suka berpikir bahwa kita sudah berbuat sesuatu yang membuat Bapa surgawi menoleh dan berkata, “Nah, ada orang yang layak diselamatkan,” tetapi kenyataannya sama sekali tidak demikian. Kita sama sekali tidak memiliki apa pun yang dapat dibawa kepada Tuhan selain dosa kita. Dan terlebih, ayat bacaan hari ini menyatakan bahwa Dia “telah memilih kita [dalam Kristus] sebelum dunia dijadikan” (Efesus 1:4). Bagaimana mungkin kita bisa mendapat kebaikan atas sesuatu yang terjadi sebelum kita dilahirkan?
Tuhan memilih kita bukan ketika kita diselamatkan, tetapi sebelum kita melakukan sesuatu yang berarti – bahkan jauh sebelum kita ada di dunia ini. Bagian kita hanyalah meresponi keinsafan dari Roh Kudus, menerima tawaran pengampunan dari Anak, serta kasih dari Bapa surgawi. Semua ini akan menyingkirkan segala perasaan angkuh tentang cara kita diselamatkan.
Yang jauh lebih mengherankan tentang keselamatan kita adalah sifatnya yang permanen: Dengan memilih kita untuk menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya selamanya, Tuhan menetapkan mengangkat kita sebagai anak-Nya dan pewaris kerajaan-Nya (Efesus 1:4-5, 11). Masa depan kita di surga bukan saja bebas dari hukuman dan kuasa dosa, tetapi juga bebas dari keberadaan dosa. Kita tidak lagi akan pernah menyerah pada keinginan yang tidak benar atau bergumul dengan pencobaan.
Melalui rancangan keselamatan yang penuh kasih ini, kita dibuat takjub pada fakta bahwa Tuhan sudah mengenal kita sebelum kita dilahirkan dan sudah memilih untuk menyelamatkan kita. Sobatku, kita seharusnya bersujud di hadapan Yesus Kristus dalam puji, sembah, dan syukur yang rendah hati atas kasih dan kemurahan-Nya yang besar ini.