Wahyu 1:4-8

Yohanes menulis kitab Wahyu untuk menguatkan orang-orang Kristen yang sedang dianiaya sangat hebat oleh kaisar Romawi Domitianus. Sekitar 25 tahun sebelumnya, penguasa Romawi telah menghancurkan Yerusalem dan menghapuskan hak-hak orang Kristen. Banyak orang percaya mulai bertanya-tanya, Di manakah Yesus? Apakah Dia masih menjadi Tuhan? Jadi, tujuan utama Yohanes menulis kitab ini adalah untuk mengingatkan orang-orang percaya bahwa Yesus Kristus itu hidup, dan Dia sudah dan akan terus menjadi Tuhan yang mahakuasa dan kasih.

Kita juga dapat dikuatkan dengan mengingat siapa Yesus. Wahyu 1:5 mengingatkan bahwa Dia adalah Saksi yang setia, yang artinya, kita dapat memercayai setiap hal yang dikatakan-Nya. Dan bukan perkataan-Nya saja yang benar, tetapi menurut Yohanes 14:6, Dia sendiri adalah Kebenaran. Dengan kata lain, jika Dia berkata Dia akan melakukan sesuatu, kita dapat percaya bahwa hal itu akan terjadi. Dan itu tidak hanya berlaku pada perkataan-Nya bahwa kehidupan di bumi tidak akan berlangsung selamanya, tetapi juga bahwa Dia akan menyertai kita selamanya (1 Tesalonika 4:17).

Kita tahu perkataan Yesus dapat dipercaya karena Dia sudah mengalahkan maut melalui salib dan kebangkitan-Nya, dan menyediakan jalan bagi semua orang yang percaya pada-Nya. Jika Anda tidak yakin apakah Yesus hidup dan bekerja dalam hidup Anda, ingatlah semua yang sudah Dia lakukan untuk menggenapi firman-Nya.