Hadiah Terbesar
Yohanes 3:16-21 Semua orang menyukai hadiah, namun banyak orang menolak hadiah terbesar yang pernah diberikan. Hadiah ini adalah Anak Bapa, dan istilah “yang tunggal” menunjukkan keunikan-Nya. Tidak pernah ada manusia lain yang seperti Yesus, yang benar-benar Tuhan sejati dan manusia sejati. Dia adalah satu-satunya Manusia yang telah menjalani hidup yang sempurna dan mati sebagai Korban […]
Perbedaan antara Keinginan dan Kebutuhan
Mazmur 34:8-10 Kita kadang dibuat bingung dengan keinginan dan kebutuhan. Kita dapat menjadi sangat fokus pada keinginan-keinginan kita sampai hal-hal itu terasa sangat penting bagi kesejahteraan kita. Lalu, ketika Tuhan tidak memenuhi “kebutuhan” kita, kita menjadi marah dan kecewa. Jika kita pernah merasa seperti ini, kita perlu bertanya pada diri kita, Apakah permohonanku sangat penting […]
Bahaya Sulit Mendengar
Ibrani 3:7-19 Ketika kita pergi ke gereja dan mendengarkan kebenaran Tuhan, kita bertanggung jawab untuk menanggapi perintah-perintah dan pengajaran-Nya. Menerima dan melakukan hal-hal yang menyenangkan dan tak butuh pengorbanan itu mudah, tetapi jika Tuhan menginsafkan kita akan suatu kebenaran yang tidak kita sukai, kita bisa tergoda untuk merasionalkan ketidakpatuhan kita. Kita mungkin menyimpulkan bahwa perintah […]
Mengenal Tuhan
Mazmur 81:11-17 Semua orang ingin dikenal dan dimengerti. Demikian juga dalam relasi kita dengan Tuhan. Meskipun Dia mengetahui setiap pikiran kita dan dapat menghitung jumlah rambut di kepala kita, kita juga perlu mengenali jalan-jalan-Nya – dengan kata lain, bagaimana Bapa berpikir, apa yang memotivasi-Nya, dan apa rencana dan tujuan-Nya. Namun, meskipun kita ingin mengenal pikiran […]
Renungan Minggu:
Panggilan untuk Menjadi Sesama Manusia Jika orang terkasih menderita, kita ingin meringankan beban mereka —mengurangi penderitaan, memenuhi kebutuhan, atau memperbaiki kesalahan. Namun jika menolong keluarga dan teman dekat saja terkadang sulit, bertindak menolong orang asing atau yang tidak kita kenal dengan baik bisa menjadi lebih sulit lagi. Tetapi, perumpamaan tentang Orang Samaria Yang Baik Hati […]
Doa dan Pengampunan
Matius 6:14-15 Doa Bapa Kami mengajarkan bahwa kita harus meminta Tuhan mengampuni kita seperti kita sudah mengampuni orang yang bersalah pada kita (Matius 6:12). Ayat bacaan hari ini memperluas pemikiran ini dengan sebuah peringatan bahwa jika kita tidak mengampuni orang lain, Bapa di surga juga tidak akan mengampuni kita. Hal ini membuat sebagian orang percaya […]
Pola Doa Yang Alkitabiah
Matius 6:9-13 Doa Bapa Kami sudah dipanjatkan oleh banyak sekali orang yang tak terhitung jumlahnya, padahal Yesus memaksudkannya sebagai pola doa, bukan sekadar doa yang dihafalkan atau dibaca begitu saja. Ketika kita memakainya sebagai model dan memikirkan setiap kalimat yang diungkapkan, doa-doa kita menjadi lebih bermakna. Sementara Anda membaca ayat-ayat dari Matius 6 ini, ingatlah […]
Ciri-ciri Doa Yang Alkitabiah
Matius 6:5-8 Doa secara mudahnya adalah berbicara dengan Tuhan. Tetapi sehubungan dengan konsistensi dan cara datang pada Tuhan, kita sering bergumul – apalagi jika kita melihat orang Kristen lain berdoa dan menganggap doa mereka pasti “benar.” Barangkali seperti itulah yang dirasakan orang yang melihat orang-orang Farisi, yang merusak hak istimewa yang tak ternilai harganya ini […]
Kekuatan bagi Yang Kesepian
Yesaya 41:9-11 Kesepian adalah perasaan menyakitkan yang ditakuti banyak orang. Paulus tahu bagaimana rasanya hal itu, sehingga kehidupan dan surat-suratnya dapat memberi kita kekuatan ketika kita merasa kesepian. Kemarin kita sudah melihat bagaimana rasul itu diteguhkan dengan penyertaan Kristus. Sekarang mari kita perhatikan apa yang membuatnya memiliki keteguhan hati. Pertama, Paulus mengalami kekuatan Tuhan. Seringkali, […]
Keteguhan Hati di Saat Sendiri
2 Timotius 4:6-18 Bacaan hari ini berbicara tentang saat yang menyakitkan dalam hidup Paulus. Ia berada dalam penjara dan ia tahu kematiannya sudah dekat. Setelah mengabdikan tahun-tahun terakhirnya dengan mengajar orang lain dan memberitakan tentang Kristus, ia kini sendirian ketika diadili dan dipenjarakan. Kesepian pasti terasa berat. Tetapi ia menghadapi penderitaan itu dengan keteguhan hati. […]